Elimkhalimah's Blog

Maret 8, 2011

tugas softskill terapan komputer perbankan#

Filed under: Uncategorized — elimkhalimah @ 2:54 am

1.      Tujuan utama bank menurut malayu hasibuan

 

Menurut H. Malayu S.P. Hasibuan

Bank umum adalah lembaga keuangan, pencipta uang, pengumpul dana dan penyalur kredit, pelaksana lalu lintas pembayaran, stabilisator moneter sertas dinamisator pertumbuhan perekonomian.

Ø      Bank adalah lembaga keuangan berarti :

Bank adalah badan usaha yang kekayaannya terutama dalam bentuk aset keuangan(financial assets) serta bermotifkan profit dan juga sosial, jadi bukan hanya mencari keuntungan saja.

Ø      Bank adalah pencipta uang maksudnya :

Bank menciptakan uang giral dan mengedarkan uang kartal. Pencipta dan pengedar uang kartal (uang logam & kertas) merupakan otoritas tunggal bank sentral, sedangkan uang giral dapat diciptakan bank umum.

Ø      Bank adalah pengumpul dana dan penyalur kredit artinya :

Bank dalam operasinya mengumpulkan dana kepada SSU dan menyalurkan kredit kepada DSU.

Ø      Bank selaku pelaksana Lalu lintas pembayaran (LLP) berarti :

Bank menjadi pelaksana penyelesaian pembayaran transaksi komersial atau finansial dari pembayaran ke penerima. Lalu lintas pembayaran diartikan sabagai proses penyelesaian transaksi komersial dan / atau finansial dari pembayaran kepada penerima melalui media bank. LPP ini sangat penting untuk mendorong perdagangan dan globalisasi perekonomian, karena pembayaran transaksi aman praktis dan ekonomis.

Ø      Bank selaku stabilisator moneter diartikan :

bank mempunyai kewajiban ikut serta menstabilkan nilai tukar uang, nilai kurs atau harga barang-barang relatif stabil atau tetap, baik secara langsung maupun melalui mekanisme Giro Wajib Minimum (GWM) bank.

Ø      Bank sebagai dinamisator perekonomian maksudnya :

Bank merupakan pusat perekonomian, sumber dana, pelaksana lalu lintas pembayaran,memproduktifkan tabungan dan pendorong kemajuan perdagangan nasional dan internasional. Tanpa peranan perbankan, tidak mungkin dilakukan globalisasi perekonomian.

 

2. Sebutkan dan jelaskan produk DPK

Produk DPK (Dana Pihak Ketiga) adalah produk-produk yang disediakan oleh bank yang dapat digunakan atau dimanfaafkan oleh masyarakat yang akan menjadi nasabah suatu bank.

 

 

Macam produk DPK menurut Bank Umum

 Giro merupakan simpanan pihak ketiga yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, surat perintah lainya ataupun dengan cara pemindahbukuan.

 Tabungan merupakan simpanan masyarakat yang penarikannya dapat kapan saja sesuai dengan kehendak pemilik tabungan tersebut

 Deposit merupakan simpanan masyarakat yang sejenis dengan tabungan tapi yang membedakannya penarikan deposito tidak dapat dilakukan kapan saja karena jangka waktu penarikannya telah ditentukan tetapi jumlah bunganya lebih besar dari tabungan

 Perdagangan surat berharga merupakan salah satu sumber yang dimiliki oleh bank surat berharga tersebut dapat berbentuk wesel, saham, obligasi yang diperdangkan didalam pasar modal atau pasar uang agar sewaktu-waktu dapat ditukarkan dengan uang.

Sedangkan macam produk DPK Pada bank Syariah:

 Wadi’ah merupakan jasa penitipan yang disediakan oleh bank yang dapat diambil kapan saja, dan bank boleh memberikan bonus kepada para nasabahnya tetapi bank tidak berkewajiban.

 Mudhorobah merupakan simpanan dana nasabah dalam waktu tertentu dengan perjanjian bagi hasil keuntungan.

 

3. Sebutkan dan jelaskan produk kredit

ada tiga macam produk kredit, yakni:  Kredit Usaha ,  Kredit Konsumsi , Kredit Serba Guna

Ø      Kredit Usaha adalah kredit yang digunakan untuk membiayai perputaran usaha atau bisnis sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang produktif, seperti usaha perdagangan, usaha industri rumah tangga, usaha jasa konsultasi, dan lainlain. Bila Anda memiliki usaha yang prospeknya kelihatan cukup cerah, Anda bisa datang kepada bank dan mengajukan permohonan untuk bisa mendapatkan pinjaman dana untuk usaha Anda.

Ø      Kredit Konsumsi adalah kredit yang digunakan untuk membeli sesuatu yang sifatnya konsumtif, seperti membeli rumah atau kendaraan pribadi. Dua kredit konsumsi yang biasanya cukup laris adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan. Tentunya, karena uang itu oleh nasabah akan digunakan untuk tujuan konsumtif, maka risiko bagi bank bahwa nasabahnya tidak mampu membayar pinjamannya akan menjadi lebih besar sehingga pada umumnya suku bunga yang dibebankan kepada nasabah untuk Kredit Konsumsi akan lebih besar ketimbang bunga kredit untuk tujuan usaha.

Ø      Kredit Serba Guna adalah kredit yang bisa digunakan untuk tujuan apa saja, bisa untuk konsumsi maupun untuk usaha. Nah, salah satu produk kredit serba guna yang sering dipasarkan adalah Kredit Tanpa Agunan. Agunan adalah nama lain dari jaminan.

 

4. Sebutkan dan jelaskan produk fee base income

 

Pengertian  Fee  based  income menurut  Kasmir(2001:109) adalah  Fee  based  income adalah  keuntungan  yang  didapat  dari  transaksi  yang  diberikan  dalam  jasa-jasa  bank  lainnya  atau  selain  spread  based.

Macam –macam produk base income :

A.   Transfer

Pengertian  Transfer  menurut  Lukman  Dendawijaya  dalam  bukunya  yang  berjudul  Manajemen  Perbankan  (2001:29) : “Transfer  adalah  jasa  yang  diberikan  bank  dalam  pengiriman  uang  antar  bank  atas  permintaan  pihak  ketiga  yang  ditunjuk  kepada  penerima  ditempat  lain.”

Dengan  adanya  transfer  yang  bermacam-macam  tersebut  dan  mengingat  kebutuhan  masyarakat  yang  semakin  meningkat  maka  bank  berusaha  menawarkan  fasilitas  yang  lebih  luas  kepada  masyarakat  dan  calon  nasabah  dalam  hal  pengiriman  uang. Fasilitas  tersebut  menjadi  semakin  luas  dengan  tersedianya  jasa  transfer  dari  dan  keluar  negeri.

Menurut  Djumhana  dalam  bukunya  yang  berjudul  Hukum  Perbankan  diindonesia (1996:187) pengiriman  uang  atau  transfer  dari  dan  keluar  negeri  tersebut  menjadi  dua  macam  yaitu:

1.  kiriman  uang  keluar (out ward  transfer)  artinya  bank  menerima  amanat  dari  nasabah  didalam  negeri.

2.  kiriman  uang  masuk  (inward  transfer)  artinya  bank  menerima  amanat  dari  pihak  luar  negri  untuk  membayarkan  sejumlah  uang  kepada  pihak  tertentu  didalam  negeri (perusahaan, lembaga  atau  perorangan).

Menurut  P. Suhardi  dalam  bukunya  yang  berjudul  transaksi  transfer  dan  inkaso(2002:8)

“Transfer  merupakan  salah  satu  bisnis  bank  untuk  meningkatkan  pendapatan nonbunga (fee based income) tersebut adalah  menyelenggarakan  transfer  pengiriman  uang”.

Dengan  munculnya  usaha  untuk  meningkatkan  fee  based  income berulah  ditetapkan  tariff   fee tertentu  atas  pelaksanaan  jasa  transfer  tersebut, yang  dikenal  dengan  biaya  transfer.

B.   Inkaso

Pengertian  inkaso  menurut  Lukman  Dendawijaya  dalam  bukunya  yang  berjudul  Manajemen  Perbankan (2001:29) : “Inkaso  adalah  jasa  yang  diberikan  bank  atas  permintaan  nasabah  untuk  menagihkan  pembayaran  surat-surat  atau  dokumen  berharga  kepada  pihak  ketiga  ditempat  lain  dimana  bank  yang  bersangkutan  mempunyai  cabang  atau  pada  bank  lain”.

Sebagai  imbalan  jasa  atas  jasa  tersebut  biasanya  bank  menerapkan  sejumlah  tarif  atau  fee tertentu  kapada  nasabah  atau  calon  nasabahnya. Tarif  tersebut  dalam  dunia  perbankan  disebut  dengan  biaya  inkaso.  Sebagai  imbalan  bank  meminta  imbalan  atau  pembayarn  atas  penagihan  tersebut  disebut  dengan  biaya  inkaso.

 

C. Latter  of  Credit

Lalulintas  perdagangan  antar  kota, wilayah, negara  menghendaki  suatu  jaminan  pembayaran  atas  barang barang  yang  diperdagangkan, Penjual  dan  pembeli  harus  dapat  saling  percaya  dalam  memenuhi  kewajibannya. Penjual  memerlukan  kepastian  akan  pembayaran  dan  berkewajiban  menyerahkan  barang  atau  jasa  yang  sesuai  dengan  perjanjian  pihak  pembeli  pun  memerlukan  kepaastian  bahwa  baraang  yang  telah  dibeli  adalah  sesuai  dengan  apa  yang  telah  disetujui  oleh  kedua  belah  pihak  dan  berkewajiban  untuk  membayar  atas  barang  atau  jasa  yang  telah  dibelinya. Jaminan  yang  diperlukan  kedua  belah  pihak  adalah  L/C  atau  letter  of  credit.

Pengertian  L/C  menurut  Dahlan  siamat  dalam  bukunya  yang  berjudul  Manajemen  Lembaga  keuangan (1999:96)

“L/C  atau  Letter  of  Credit  adalh  suatu  fasilitas  atau  jasa  yang  diberikan  kepada  nasabah  dalam  rangka  mempermudah  dan  memperlancar  transaaksi  jual  beli  barang  terutama  yang  berkaitan  dengan  transaksi  internasional” .

 

Sampai  saat  ini  L/C  hanya  dapat  diterbitkan  oleh  bank  untuk  kepentingan  nasabah  atau  calon  nasabahnya. Penerbitan  L/C  bagi  bank  merupakan  sumber  fee  based  income yang  cukup  potensial  karena  dari  penerbitan  tersebut  bank  selain  mendapat  provisi  dari  pembukaan  L/C  juga  mandapat  komisi  yang  nilainya  0,5%  dari  jumlah  L/C.

D. Safe  Deposit  Box

Definisi  Safe  Deposit  Box  menurut  Lukman  Dendawijaya  yang  dikutip  dalam  buku  Manajemen  Perbankan  (2001:29) : “Safe  Deposit  adalah  jasa  yang  diberikan  bank  dalam  penyimpanan  barang-barang  dan  surat-surat  berharga”.

Atas  pemberian  jasa  tersebut  bank  memperoleh  fee dari  biaya  penyewaan  sefe  deposit  box menurut  ukuran  dan  jangka  waktu  penyewaannya.

E. Credit  Card

Definisi  credit  card  menurut  Suyatno  dalam  bukunya  yang  berjudul  Kelembagaan  Perbankan (1992:58)

“Kartu  kredit  adalah  alat  pembayaran  pengganti  uang  tunai  atau  cek. Kartu  ini  memberikan  fasilitas  penggunaan  uang  sampai  dengan  batas  tertentu, yang  didasarkan  pada  pertimbangan  tertentu  yang  ditetapkan  oleh  bank, biasanya   berdasarkan  padaa  tingkat  pendapatan  dan  kedudukan  atau  reputasi  nasabah. Pelunasan  penggunaan  dana  tersebut  dilakukan  secara  berkala, fasilitas  ini  boleh  diberikan  oleh  bank  yang  telah  mendapat  predikat  bank  sehat  atau  bank  cukup  sehat  dari  Bank  Indonesia”.

 

Pendapatan  fee dari  fasilitas  ini  diperoleh  dari  saldo  kredit  yang  belum  dilunasi  dari  pengenaan  suatu  tingkat  bunga  tertentu  atas  saldo  tersebut  dan  provisi  anggota  tahunan.

F.  Dana  pembayaran  Rekening  Titipan (payment  point)

Definisi  Payment  point  menurut  Lapoliwa  atau  Kuswandi  yang  dikuitp  dari  buku  yang  Akuntansi  Perbankan  (2000:110)

“Rekening  Titipan  adalah  pembayaran  dari  masyarakat  yang  ditujukan  untuk  kepentingan  pihak  tertentu, biasanya  giro  milik  perusahaan  yang  pembayarannya  dilakukan  melalui  bank.”

Manfaat  bagi  bank  yang  menyediakan  fasilitas  rekening  titipan  antara  lain  adalah  sebagai  sumber  dana  dan  sekaligus  sebagai  alat  promosi  bagi  bank  yang  bersangkutan. Selain  itu  juga  bank  memperolah  presentase  atau  tarif  tertentu  dari  jumlah  uang  yang  diterima  atau  kwitansi  atau  bukti  pembayaran  yang  telah  dikeluarkan. Jenis jenis  rekening  yang  biasanya  dijumpai  pada  bank  antara  lain  rekening  listrik, rekening  telfon, PBB, pembayaran  uang  sekolah  suatu  perguruan  tinggi, dll.

 

 

G.  Garansi  Bank

Pengertian  Garansi  Bank  menurut  Lukman Dendawijaya yang  dikutip  dalam  Manajemen (2001:30)

“Garansi  Bank  adalah  suatu  jaminan  yang  diberikan  bank  yang  menyatakan  bahwa  pihak  bank  memberikan  jaminan  untuk  memenuhi  kewajibannya  kepada  pihak  lain  sesuai  dengan  perjanjian”.

Biasanya  provisi  dihitung  atas  dasar  presentase  tertentu  dari  jumlah  garansi  bank  untuk  jangka  waktu  tertentu. Disamping  itu  semua  biaya  yang  timbul  akibat  pemberian  bank  garansi  seperti  biaya  pengikatan  jaminan  dan  ongkos  administrasi  menjadi  tanggungjawab  pihak  terjamin.

H.  Jual  beli  atau  perdagangan  Valuta  asing

Pengertian  transaksi  valuta  asing  menurut  Djumhana  dalam  bukunya  yang  berjudul  Hukum  Perbankan  diIndonesia (1996:211) : “Transaksi  valuta  asing  adalah  untuk  melakukan  transaksi  valuta  asing  bank  harus  mempunyai  rekening  giro  pada  bank  korespondensi  diluar  negeri  dan  dalam  pelaksanaannya  transaksi  jual  beli  valuta  asing  dapat  dilakukan  melalui  dua  cara  yaitu :

1.secara  tunai  (spot), penyelesaiannya  dalam  beberapa  hari (biasanya  antara 2-7 hari)

2.secara  berjangka  (forward), penyelasainnya  pada  saat  jatuh  tempo  yang  disepakati (biasanya  lebih  dari  7 hari)

Kegiatan  jual  beli  valas  berkaitan  dengan  fungsi  pelayanan  bank  dalam  kegiatan  perdagangan dan  pembayaran  dengan  menggunakan  mata  uang  asing. Pesatnya  perkembangan  transaksi  ekspor impor  menyebabkan  lebih  menetapnya  perolehan  fee  based  income dari  aktivitas  ini.

Menurut  Muchdarsyah  Sinungun (2000:102) dalam  bukunya  yang  berjudul  Manajemen  Dana  Bank  bahwa  komponen  alat  likuid  valuta  asing  terdiri  dari :

1.  Saldo  Kas  (valuta  asing)

2.  Saldo  diBank  Indonesia

3.  Giro  pada  bank  lain  diluar  negeri (Bank  Koresponden)

4.  Deposit  on  call  pada  bank  koresponden

I. Commercial  Paper

Menurut  Dahlan  Siamat  dalam  bukunya  yang  berjudul  Manajemen  Lembaga  Keuangan (1999:140)  : “Commercial  paper  adalah  Promes  yang  tidak  disertai  dengan  jaminan  (unsecrured  promissory  notes)  yang  diterbitkan  oleh  perusahaan  untuk  memperoleh  dana  jangka  pendek  dan  dijual  kepada  investor  yang  melakukan  investasi  dalam  instrumen  pasar  uang”.

Seperti  instrumen  keuangan  lainnya, commercial  paper  pun  memiliki  beberapa  resiko  yang  dikelaskan  oleh  Dahlan  Siamat  dalam  bukunya  yang  Manajemen  Lembaga  Keuangan (1999:240) adalah  sebagai  berikut :

1.  Resiko  Reputasi, yaitu  reputasi  dari  arrenger  harus  dipertahankan  karena  berhubungan  dengan  kepercayaan  investor. Secara  financial dalam  peranannya  sebagai  arranger, pihak  bank  sama  sekali  tidak  menanggung  resiko  bila  terjadi  peningkatan  janji.

2. Resiko  Pembayaran (sattlement  risk)  terjadi  bila  penerbit  tidak  membayar  CP  yang  jatuh  tempo  pada  saat  yang  ditentukan, padahal  paying  agent sudah  mentransfer  sejumlah  dana  kepada  investor. Perbedaan  hari  pembayaran  ini  sudah  tentu  menimbulkan  sejumlah  kerugian  bagi  agent  pembayar.

 

 

3.   Resiko  Operasional  (Operational  risk)  timbul  bila  beredar  CP  palsu, sehingga  dana  yang  oleh  bank  dibayarkan  kepada  pemilik  CP  palsu. Selain  itu, juga  dapat  terjadi  pembatalan  kesepakatan  yang  sudah  disetujui  baik  oleh  investor  maupun  oleh  penerbit  sehingga  dealing  agent kekurangan  dana  dalam  memenuhi  kepentingan  salah  satu  pihak.

4.   Resiko  Kredit  (Credit  risk)  timbul  karena  CP  tidak  dijamin  secara  financial  oleh  pihak  penerbit  karena  itu  pihak  arranger sangat  penting  dalam  menjelaskan  performasi  CP  tersebut”.

5.Jenis-jenis bank

Dalam prakteknya bank dibagi dalam beberapa jenis. Perbedaan jenis bank dapat dilihat dari

segi fungsi, serta kepemilikkannya. Secara umum lembaga Bank Sentral, Bank Umum, BPR.

 

  • Bank Sentral, merupakan bank yang mengatur berbagai kegiatan yang berkaitan dengan

dunia perbankan dan dunia keuangan disuatu negara. Disetiap negara hanya ada satu bank

sentral yang dibantu oleh cabang-cabangnya.

Di Indonesia fungsi Bank sentral dipegang oleh Bank Indonesia (BI).

Fungsi BI selain sebagai bank Sentral adalah sebagai :

Bank sirkulasi : mengatur peredaran keuangan suatu negara.

Bank to bank : mengatur perbankan di suatu negara

Lender of the last resort : sebagai tempat peminjaman yang terakhir.

 

Pelayanan yang diberikan oleh BI lebih banyak kepada pihak pemerintah dan dunia perbankan,

atau dengan kata lain tidak berhubungan langsung dengan masyarakat.

Tujuan utama BI sebagai Bank Sentral adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah,

dengan menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran

system devisa serta mengatur dan mengawasi bank

 

Adapun Jenis perbankan dewasa ini jika dilihat dari berbagai segi, diantaranya :

1. Dilihat dari segi fungsinya, bank dibedakan berdasarkan luasnya kegiatan atau jumlah

produk yang dapat ditawarkan serta jangkauan wilayah operasinya.

Menurut Undang-undang Pokok Perbankan nomor 14 tahun 1967 jenis perbankan menurut

fungsinya terdiri dari :

– Bank Umum – Bank pembangunan

– Bank Tabungan – Bank Pasar

– Bank Desa – Lumbung Desa

– Bank Pegawai

Menurut Undang-undang Pokok Perbankan no. 7 Tahun 1992 dan ditegaskan lagi pada

undang-undang no. 10 Tahun 1998, jenis perbankan berdasarkan fungsinya terdiri dari :

– Bank Umum 􀃆 Bank Pembangunan, Bank Tabungan

– Bank Perkreditan Rakyat. 􀃆 Bank Desa, Bank Pasar, Bank Pegawai,

Lumbung Desa

  • Bank Umum, adalah

“bank yang melaksanakan kegiatan usaha secdara konvensional dan atau berdasarkan

prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran”.

  • Bank Perkreditan Rakyat, adalah :

“bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip

syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran”.

2. Dilihat dari segi kepemilikannya, bank dibedakan dari segi kepemilikkan sahamnya

Ditinjau dari segi kepemilikan, maksudnya adalah siapa yang memiliki bank tersebut.

Jenis bank, adalah :

a. Bank milik negara (pemerintah), merupakan bank yang akte pendirian dan modal

bank ini sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia, sehingga seluruh keuntungan

bank ini dimiliki oleh pemerintah.

Contoh : BNI, BRI, BTN, Bank Mandiri

Selain itu ada bank yang dimiliki Pemerintah Daerah, yang terdapat di daerah tingkat I

dan tingkat II masing-masing propinsi.

Contoh : BPD DKI Jakarta, BPD JaBar, BPD JaTeng, BPD DI Yogyakarta dll

b. Bank milik swasta nasional, merupakan bank yang seluruh atau sebagian besar

sahamnya dimiliki oleh swasta nasional.

Contoh : Bank Central Asia, Bank Danamon, Bank Internasional Indonesia, Bank

Lippo dll.

c. Bank milik koperasi, merupakan bank yang kepemilikan sahamnya dimiliki oleh

perusahaan yang berbadan hokum koperasi,

Contoh : Bank Bukopin

Komp Lembaga Keuangan Perbankan Kartika Sari

Hal 1-6

d. Bank milik asing, merupakan cabang dari bank yang ada diluar negeri, baik milik

swasta asing maupun pemerintah asing.

Contoh : Bank of America, American Express Bank, Bank of Tokyo, Bangkok Bank,

dll.

e. Bank milik campuran, merupakan bank yang kepemilikannya sahamnya campuran

antara pihak asing dan pihak swasta nasional.

Contoh : BII Commonwelth, Bank Finconesia, Bank Merincorp, Mitsubishi Buana

Bank, dll.

3. Dilihat dari segi statusnya :

Dilihat dari segi kemampuannya melayani masyarakat, bank umum dapat dibagi ke dalam 2

jenis, Jenis ini adalah :

a. Bank Devisa, merupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi keluar negeri atau

yang berhubungan dengan mata uang asing secara menyeluruh.

b. Bank non Devisa, merupakan bank yang mempunyai izin untuk melaksanakan

transaksi sebagai bank devisa, sehingga tidak dapat melaksankan transaksi seperti

halnya bank devisa.

4. Dilihat dari segi kegiatannya nya :

a. Bank Retail

b. Bank Korporasi

c. Bank komersial

d. Bank Pedesaan

e. Bank Pembangunan

5. Dilihat dari segi statusnya :

Jenis bank ini dilihat dari caranya menetukan harga, baik harga jual maupun harga beli.

Jenis initerbagi dua, yaitu :

a. Bank berdasarkan prinsip konvensional (Barat),

b. Bank berdasarkan prinsip Syariah (Islam),

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: